PANTAU CRIME- Kejadian mengejutkan terjadi di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) pada Kamis, 20 November 2025, ketika petugas gabungan patroli dan keamanan menemukan puluhan ribu pil yang diduga ekstasi di lokasi kecelakaan kendaraan. Temuan ini memicu penyelidikan intensif aparat kepolisian karena mobil yang menabrak median tol tersebut ditemukan tanpa pengemudi.
Kejadian bermula sekitar pukul 05.35 WIB saat Tim Patroli Bravo melakukan patroli rutin di KM 136 B jalur cepat ganda. Tim mendapati sebuah unit kendaraan Nissan X-Trail bernopol D 1160 UN dalam kondisi kecelakaan ringan, namun pengemudi dan penumpangnya tidak berada di lokasi. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan petugas dan memicu penyisiran lebih luas di sekitar area kejadian.
Manager Public Affairs HKA Bakter, M. Alkautsar, menyampaikan bahwa pengamanan lokasi dilakukan berkat kerja sama antara Tim Patroli Bravo, personel keamanan dari Korem 043/Garuda Hitam (Gatam), dan PJR Polda Lampung. “Ketika dilakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan, kami menemukan satu tas besar berwarna biru yang berisi beberapa tas lain—tiga tas coklat, satu tas merah tua, dan satu tas biru. Setelah dibuka bersama pihak kepolisian, di dalamnya ditemukan 34 kantong berisi barang yang diduga narkotika jenis pil ekstasi,” ujar Alkautsar.
Alkautsar menegaskan, temuan ini menunjukkan peran strategis pengelola jalan tol dalam mendukung keamanan publik. “Pengawasan kami tidak hanya menjamin kelancaran lalu lintas, tetapi juga berperan aktif membantu aparat kepolisian mencegah penyalahgunaan tol untuk distribusi barang ilegal,” tambahnya. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombespol Yuni Iswandari Yuyun, mengungkapkan bahwa penanganan barang haram ini kini berada di bawah Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. “Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pemilik kendaraan dan siapa yang bertanggung jawab atas narkotika ini. Saat ini jumlah pasti pil ekstasi masih dihitung,” katanya.
Misteri semakin bertambah ketika ditemukan lencana Polri di dalam mobil X-Trail tersebut. Menanggapi hal ini, Yuni menekankan bahwa lencana Polri banyak dijual bebas di pasaran, sehingga keberadaannya di mobil tidak otomatis menunjukkan keterlibatan anggota kepolisian. “Lencana bisa dibeli di Jakarta, Bandung, dan berbagai tempat lain. Semua orang bisa mendapatkannya. Hal ini sedang kami dalami, namun tidak serta-merta menunjukkan hubungan resmi dengan institusi kepolisian,” jelasnya.
Insiden ini memicu perhatian publik karena kemungkinan besar mobil yang ditinggalkan tersebut digunakan untuk transportasi narkotika dalam jumlah besar. Pihak kepolisian menegaskan akan menelusuri jalur distribusi barang haram ini, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan narkoba lintas provinsi.
Alkautsar menambahkan, pengelola Tol Bakter berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan keamanan di sepanjang ruas tol. “Kami akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan tol bukan hanya aman bagi pengguna, tetapi juga tidak dimanfaatkan untuk kegiatan kriminal,” pungkasnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat luas bahwa peredaran narkotika di Lampung masih menjadi perhatian serius. Aparat berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terlibat, sembari memperkuat patroli dan pengawasan di titik-titik rawan sepanjang tol.***








