PANTAU CRIME- Seorang lansia di Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, ditemukan tewas di dalam sumur pada Selasa (24/2/2026) dini hari. Polisi menyebut tidak ada unsur kekerasan dan menduga korban terjatuh secara tidak sengaja.
Kronologi Penemuan Korban
Korban berinisial Uhe (88) dilaporkan hilang oleh cucunya, Hena (25), saat hendak menyiapkan makan sahur. Biasanya, sang nenek tidur di kasur dekat dapur, namun pagi itu ia tidak terlihat.
Merasa cemas, Hena segera meminta bantuan ayahnya, Imas Sukmara (56), yang tinggal di rumah sebelah. Keduanya mencari ke seluruh sudut rumah namun tak menemukan keberadaan korban.
Pencarian berlanjut ke area sumur yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah. Ketika Imas menerangi sumur dengan senter, ia melihat tubuh korban mengapung di dalamnya. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke warga dan kepolisian setempat.
Evakuasi dan Pemeriksaan Medis
Polisi bersama warga mengevakuasi jenazah menggunakan tali tambang. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Bandung Baru.
Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
“Tidak ditemukan luka atau bekas penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam dan tidak ada unsur tindak pidana,” ujar AKP Juniko.
Sumur tempat korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan diameter sekitar 1,2 meter. Saat dievakuasi, tubuh korban tergantung sekitar 2,4 meter dari bibir sumur. Kondisi saat kejadian disebut minim penerangan dan cuaca gerimis.
Dugaan Penyebab dan Keterangan Keluarga
Keluarga menyebut korban telah lama mengalami gangguan penglihatan. Dugaan sementara, korban terpeleset atau terjatuh tanpa disadari saat berjalan di sekitar sumur.
Pihak keluarga menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi. Jenazah kini telah diserahkan untuk dimakamkan.***



