PANTAU CRIME- Setelah sempat menuai sorotan terkait minimnya keterbukaan informasi sejak 2025, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung kini mulai menunjukkan perubahan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas yang baru, M. Nur Ramdhan, akses komunikasi publik dinilai mulai lebih terbuka.
Ramdhan yang menggantikan Eka Afriana mengakui bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan regulasi teknis untuk penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar Rp9,5 miliar.
Ia meminta pihak sekolah, khususnya tingkat SMP Negeri, untuk bersabar karena proses penyusunan aturan masih berlangsung agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pelaksanaan.
“Sabar ya, masih dipersiapkan kelengkapan aturannya biar tidak salah,” ujarnya.
Diketahui, anggaran BOSDA tersebut sebenarnya telah disahkan dalam APBD Tahun 2026 sejak November 2025. Namun hingga kini, penyalurannya belum terealisasi karena belum adanya Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur mekanisme penerapan program komite gratis dan penyalurannya.
Sebelumnya, pada Januari 2026, Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, telah mengingatkan pemerintah kota agar segera menerbitkan Perwali sebagai dasar hukum penyaluran BOSDA.
Di sisi lain, pihak Dinas Pendidikan melalui Kabid Dikdas, Mulyadi, juga telah menyampaikan bahwa aturan teknis tengah disusun. Namun hingga April 2026, dana tersebut belum juga tersalurkan.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional sekolah. Sejumlah pihak sekolah mengaku mengalami kesulitan, terutama setelah kebijakan komite gratis diberlakukan.
“Belum, nunggu banget kami. Sudah tidak ada komite, BOSDA belum turun,” ujar salah satu bendahara sekolah negeri yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ramdhan memberikan kepastian bahwa pihaknya menargetkan BOSDA dapat segera direalisasikan pada Mei 2026, setelah seluruh regulasi rampung.
“Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa direalisasikan,” katanya.
Dengan adanya kepastian ini, sekolah berharap dana BOSDA dapat segera digunakan untuk menunjang kegiatan operasional, terutama menjelang pembagian rapor semester dua yang dijadwalkan pada Juni mendatang.***



